Rabu, 22 Februari 2017

Pelatihan BLOG Gratis

Ikuti Pelatihan BLOG, bagi anda yang berprofesi sebagai Guru, Nelayan, Pedagang atau apapun, yang punya hobby menulis dan ingin menuangkan ide, gagasan dan mempromosikan sesuatu produk, Keindahan Anambas untuk menarik wisatawan salah satunya dengan nge-BLOG.

Acara ini akan diadakan di Palmatak dan Tarempa, Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau.
Untuk Info Lebih Lanut bisa kontak Whatsapp ke No 0811 1990495 ( Dwi Cahya ).
Acara ini Gratis dan terbatas 30 Peserta.

Jadi jangan lewatkan kesempatan menambah pengetahuan tentang BLOG...Gratis

Selasa, 25 Oktober 2016

Leksikologi ala Indonesia


Pada 5-6 Oktober lalu Pusat Kajian Bahasa dan Budaya Atma Jaya menyelenggarakan acara pertemuan linguistik bertemakan ”Bahasa dan Kekuasaan”. Pada akhir acara di hari kedua dilangsungkan diskusi panel tentang tesaurus Indonesia.
Dalam acara kebahasaan tahunan berskala nasional itu tak terlihat seorang pun pegawai Pusat Bahasa. Padahal dalam acara itu, Rahayu Surtiati Hidayat dari UI menyimpulkan, secara yuridis cukup bukti memerkarakan kasus plagiarisme Tesaurus secara akademik. Kata Rahayu: cukup bukti mengajukan kasus ini kepada Dewan etika yang mengawasi perilaku peneliti Indonesia, termasuk peneliti Pusat Bahasa.

Yang menarik, di tengah cukup gencarnya—jika diperhitungkan pula pelbagai komentar keras di dunia maya Twitter dan Facebook—serangan dan tudingan telah melakukan penjiplakan, kantor bahasa yang menerbitkan Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia nyaris tak pernah memberi tanggapan.
Sampai hari ini barangkali baru sekelumit pandangan yang terlontar dari dua pegawai kantor itu. Pada 18 Oktober 2010 pukul 12.20 dalam acara ”Metro Siang” segmen ”Hukum dan Kriminal” di Metro TV, saya menyatakan, ”... curiga bahwa Pusat Bahasa telah menjiplak tesaurus saya.” Menanggapi tudingan itu, Kepala Bidang Pengembangan Bahasa dan Sastra Sugiyono, yang dalam redaksi Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia duduk sebagai wakil pemimpin redaksi, mengatakan, ”... mempersilakan masyarakat mempelajari lebih lanjut teori dan tradisi leksikografi.”
Menanggapi tudingan saya pada sebuah media, 19 Oktober lalu, Sugiyono mengatakan, ”Soal plagiarisme dalam dunia bahasa, kata itu tidak ada trademark-nya. Kamus Tesaurus Bahasa Indonesia sudah masuk kok ke bibliografi Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia.” Meity Taqdir, ketua redaksi pelaksana Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia, juga mengutarakan, ”Dalam leksikografi, sah-sah saja mengutip dari kamus sebelumnya karena memang selalu mengambil dari sumber yang telah ada.”
Itu ganjil sebab, pertama, yang jadi soal bukan ”kata tidak ada trademark-nya”, tetapi bagaimana kata-kata dari Tesaurus Bahasa Indonesia banyak yang dipindahkan ke Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia dengan kemiripan seleksi dan susunan yang sempurna. Kedua, pembelaan Sugiyono menyertakan implikasi: khalayak perlu memahami teori dan tradisi leksikografi untuk mengerti bahwa fenomena Tesaurus Bahasa Indonesia-Tesaurus Alfabetis Bahasa Indonesia bukanlah sebuah tindak penjiplakan. Sebagai sebuah disiplin keilmuan, menurut Meity, leksikografi membolehkan penjiplakan. Ternyatalah kini tradisi yang berlaku di sana: comot-mencomot dalam penyusunan kamus adalah hal jamak belaka. Ketiga, penyebutan sumber dalam bibliografi saya kira tidak serta-merta berarti boleh menjarah sebanyak-banyaknya materi dari suatu sumber.
Pernyataan ”Dalam leksikografi, sah-sah saja mengutip dari kamus sebelumnya” bagi saya bukan saja membuka tabir dan memperlihatkan tradisi jiplak-menjiplak yang telah jadi jamak di kantor Pusat Bahasa. Konsensus seperti itulah saya kira yang telak ditembak Julien Benda dalam La trahison des clercs sebagai pengkhianatan kaum intelektual.
Eko Endarmoko Penyusun Tesaurus Bahasa Indonesia


Selasa, 03 Maret 2015

apa itu E-DDC ?

Kawan sekalian, kali ini saya akan sedikit menjelaskan apa yang saya tahu tentang klasifikasi yang ada di perpustakaan.
Di sebuah perpustakaan, ada beberapa berjajar rak yang mempunyai kode masing masing, kode ini menujukan jenis buku termasuk dalam kategori apa, saya ambil contoh dengan gambar dibawah :

Pada gambar selain ada kode angka 000 - 900 yang masing masing mempunyai bidang ilmu yang berbeda beda, juga ada disampingnya sebuah kode warna, kode warna akan memudahkan kita jika ada nomor berbeda klas dalam satu rak, maka akan terlihat kode warna berbeda di satu rak tersebut.

Pustakawan akan dengan mudah meerapikan buku yang berserakan selepas dibaca oleh pemustaka, dengan cukup melihat label warna pada punggung buku. Untuk warna kode tidak harus sama dengan contoh gambar ini, karena tidak ada aturan baku untuk pewarnaan label klas besar.

untuk software E-DDC bisa di download disini http://www.e-ddc.org

Setelah membahas tentang sofware yang membantu kita untuk memilah judul sesuai dengan klas masing masing, maka hal lain yang perlu dimiliki oleh seorang pustakawan untuk dapat meng entry koleksi buku yang ada, memasukan data peminjaman, melihat koleksi dan judul yang banyak dipinjam, serta melihat jenis buku yang banyak dipinjam dan lain sebagainya, maka seorang pustakawan harus memiliki software untuk pengelolaan Perpustakaan.

Selasa, 27 Januari 2015

Layanan Mobil Hydron di Pulau Jemaja ( Ayo Baca Buku )

Pulau Jemaja merupakan salah satu pulau di Kabupaten Kepulauan Anambas. Kabupaten ini merupakan pemekaran dari Kabupaten Natuna di Provinsi Kepulauan Riau. Di Pulau Jemaja, Mobil Pustaka Hydron ke-3, telah melakukan layanan peminjaman koleksi buku kepada beberapa SD, SMP dan SMA yang berada di pulau ini, Mobil Pustaka Hydron yang pertama dan kedua sebelumnya telah beroperasi di Pulau Siantan dan Pulau Palmatak. 
Pada jam istirahat, sebagian dari mereka mengunjungi Mobil Hydron untuk membaca buku, kolesi menarik menjadi daya tarik tersendiri siswa mengunjungi Mobil Hydron.

Senin, 17 November 2014

Penambahan koleksi buku untuk Pustaka Hydron di Pulau Jemaja

Dobel Pengepakan,
Senin-senin (17/11/14) Hujan sudah turun mulai dari pagi saat Tim YPPI ( Kuswanto ) membawa sejumlah paket buku untuk dikirim ke Pulau Jemaja untuk melengkapi sejumlah koleksi Pustaka Hydron di Pulau tersebut. Pengiriman buku ke Jemaja menghadapi tantangan: hujan!. Berangkat dari Desa Tebang, salah satu desa yang terletak di Pulau Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas. Awan tebal sudah tampak menggantung saat Perahu yang ditumpangi dari Desa Tebang ke Tarempa, untuk selanjutnya ke Pulau Jemaja. Di tengah laut ujan mulai mengguyur pompong ( Sebutan untuk Perahu Kayu oleh masyarakat sekitar ). Hemapsan angin bercampur air hujan dan air laut mulai

Seorang bocah bernama Ayan Qureshi di Inggris menjadi spesialis komputer termuda di dunia

Seorang bocah bernama Ayan Qureshi di Inggris menjadi spesialis komputer termuda di dunia, setelah lulus tes untuk menjadi teknisi Microsoft berlisensi pada usia lima tahun.

Ayan, kini berusia enam tahun, sudah memiliki laboratorium komputer di rumahnya di Conventry, Inggris, yang berisi jaringan komputer yang dia buat sendiri.

Dia mengatakan kepada BBC bahwa tes cukup sulit tetapi menyenangkan, dia berharap bisa menciptakan pusat jaringan teknologi di Inggris suatu saat nanti.

"Tantangan terbesar adalah menjelaskan bahasa ujian ke bocah berusia lima tahun. Tetapi dia tampak bisa mengikutinya dan memiliki ingatan yang baik," kata ayahnya, Asim, seorang konsultan IT.