Senin, 30 Juli 2012

Layanan peminjaman buku " Mobil Pustaka Hydron "

Dengan dua ( 2 ) unit Mobil Perpustakaan Keliling " Pustaka Hydron " kegiatan peminjaman buku telah dilakukan di beberapa titik layanan yang berada di dua ( 2 ) pulau yang berada diwilayah Kabupaten Kepualauan Anambas, Propinsi Kepulauan Riau.
Antusias warga sangat terasa dengan datangnya mobil yang mereka sebut dengan isilah " Perpustakaan Berjalan ", dengan banyaknya tambahan anggota baru mengindikasikan bahwa minat baca dikalangan masyarakat cukup baik.
 












Penyebaran brosur tentang jadwal dan beberapa kalimat yang dapat memotivasi masyarakat untuk gemar membaca merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk meningkatkan jumlah peminjam dan pengunjung di Mobil Pustaka Hydron.

Rabu, 18 Juli 2012

Launcing Mobil Pustaka Hydron ( unit 2 ) dan peringatan Hari Anak Nasional

       Pada hari Selasa, 17 Juli 2012, bertempat di Gedung Serbaguna Kecamatan Palmatak, di Desa Tebang. Peresmian Mobil Pustaka Hydron unit 2 diselenggarakan. Gunting Pita dilakukan oleh Bapak Abd. Harris, SH. selaku Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Anambas, Propinsi Kepulauan Riau, yang merupakan awal dari beroperasinya Mobil Pustaka Hydron di wilayah Pulau Palmatak.
 Sudahkah Anda membaca hari ini?
Buku apa yang Anda baca?
          Kita sering mendengar kalimat membaca pangkal pandai. Sudahkah membaca menjadi rutinitas harian kita? Kalau kita tengok para pendiri bangsa Indonesia, mereka adalah orang-orang yang gemar membaca. Bung Karno, Bung hatta, Sutan Sjahrir mereka begitu dekat dengan buku. Kedekatan dengan buku membuat mereka berwawasan luas dan berpikiran besar.

Selasa, 10 Juli 2012

Launcing dan Layanan Perdana Mobil Perpustakaan keliling “ Pustaka Hydron “

“ Pustaka Hydron “, sebutan dari Mobil Perpustakaan Keliling yang beroperasi di pulau palmatak dan pulau tarempa, ada dua unit mobil yang akan melayani masyarakat di dua pulau yang masuk kedalam Kabupaten Kepulauan Anambas, Propinsi Kepulauan Riau.

Pada tanggal 05 Juli 2012, bertempat di Gedung Serbaguna Tarempa acara peluncuran Mobil Pustaka Hydron, pemotongan pita oleh Bapak Drs. HT. Mukhtarrudin ( Bupati Kepulauan Anambas ), dalam acara ini ikut dihadiri Presiden ConocoPhillips Indonesia, Erec S. Isaacson, serah terima penandatanganan Mobl Pustaka Hydron dari Presiden ConocoPhillips kepada Bupati Kepulauan Anambas, Dari Bupati Kab Kep Anambas, dan sekaligus diserahkan langsung dari Bupati KAA kepada SKPD Diknas Pendidikan KAA ( Bpk. Herianto ), program ini merupakan salah satu wujud komitmen dari program CSR ConocoPhillips Indonesia sebagai salah satu cara meningkatkan kualitas SDM dengan cara membaca, disalah satu titik pengeboran minyak yang berada di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Selasa, 22 Mei 2012

Peluncuran " Mobil Pustaka Hydron " di Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional RI

Masyarakat butuh media untuk menyalurkan hobi baca, jangan hanya mengungkapkan pernyataan bahwa masyarakat di indonesia minat bacanya rendah, buktikan dengan cara kita memberikan fasilitas, dan lihat seberapa antusias masyarakat dinegara kita dalam hal membaca.

Perpustakaan merupakan pusat informasi, menjadikan perpustakaan tempat yang nyaman untuk semua, dengan menambahkan beberapa kebutuhan lain dalam perpustakaan akan terasa lebih menarik, misalkan ada sebuah cafee didalam sebuah perpustakaan, mendesain bangunan perpustakaan semenarik mungkin, sehingga para pembaca akan betak berlama-lama di perpustakaan.

Pada hari selasa, 22 mei 2012 bertempat di Perpustakaan Nasional, di jalan salemba raya 28 jakarta, acara talk show tentang perpustakaan di gelar, dalam acara ini dihadiri narasumber dari kepala perpustakaan nasional, Hj Sri Sularsih. Vice Presiden Development and Relation Conoco Philips Indonesia TM Razief Fitri, kepala dinas pendidikan daerah kepulauan anambas yang mewakili bupati kepulauan anambas yang berhalangan hadir, Bpk. Herianto serta dihadiri pula budayawan yang telah menulis beberapa buku dari yogyakarya Sitok Srengenge dan tamu artis, Anya dwinov.

Selasa, 08 Mei 2012

Mengisi libur dengan nonton cerita inspiratif " Obama Anak Menteng "

        












       BARRY adalah nama panggilan Obama kecil yang pada waktu itu dia berusia 9 tahun ketika ia tiba di Menteng. Sebagai anak baru juga latar belakangnya yang campur aduk membuatnya sulit beradaptasi. Persahabatannya dengan anak-anak tetangga, berbeda strata sosial yaitu Slamet dan Yuniardi, serta pembantunya yang banci, Turdi, membawa Barry ke berbagai pengalaman masa kecil yang tidak terlupakan

        Lewat permainan Ping Pong, Monopoli, bahkan main kelereng, membuat Barry semakin akrab dengan Slamet dan Yuniardi. Ia juga memahami kehidupan unik seorang banci bernama Turdi. Hubungan keduanya makin memancing olok-olok anak-anak kampung. Di lapangan sepak bola berlumpur, Barry pun bentrok dengan Carut dan geng-nya

       Semua pengalaman ini mengajarkan pada Barry, selain membuka diri dalam menerima perbedaan, tapi juga menerima dirinya sendiri sebagai orang yang beda seutuhnya. Satu tahun di Menteng membekali Barry dengan pelajaran nilai-nilai yang masih ia pegang sampai ia dewasa. Ketika Barry sudah berhasil beradaptasi dengan lingkungannya, sebuah konflik di rumahnya membuatnya harus pergi meninggalkan Menteng.

Senin, 30 April 2012

Jangan beri Ikan, namun beri Kail dan Ajari cara menggunakannya.

      Pepatah Cina pernah mengatakan " Jangan memberi  Ikan jika kita ingin mereka bisa makan untuk besok dan seterusnya, beri Kail dan ajari mereka cara mendapatkan ikan, supaya mereka bisa menggunakan untuk keperluan hidup mereka.

     Dunia Pustaka juga mengunakan filosofi diatas untuk mendapatkan umpan balik hasil karya dari para anggota perpustakaan, salah satunya dengan kita memberi mereka koleksi buku untuk kedepan mereka diharapkan dapat membuat sebuah hasil karya, bisa berupa sebuah tulisan baik sebuah cerpen, puisi maupun sebuah sinopsis atau bahkan mereka akan dapat menghasilkan sebuah cerita bagus dalam sebuah buku.

     Mading merupakan aspirasi dari para siswa yang dituangkan dalam media tertentu dengan ukuran tertentu pula, didalamnya kita banyak tahu tentang karakter masing - masing siswa dari hasil karya yang mereka buat. Dengan adanya Mading para siswa bisa bertukar pengetahuan, saling kritisi dan sumbang saran antara satu dengan yang lain dalam menghasilkan sebuah Karya.